Undangan Pernikahan Surabaya

undangan pernikahan surabaya, undangan pernikahan surabaya di sumatera, Tugas Undangan Pernikahan Bahasa Inggris, Text Undangan Pernikahan Bahasa Inggris, Undangan Tentang Pernikahan Dalam Bahasa Inggris, Surat Undangan Bahasa Inggris Tentang Pernikahan, Ucapan Undangan Pernikahan Bahasa Inggris, Ucapan Undangan Pernikahan Dalam Bahasa Inggris, Kata Kata Untuk Undangan Pernikahan Bahasa Inggris, Undangan Pernikahan Untuk Teman Dalam Bahasa Inggris, Contoh Undangan Ulang Tahun Pernikahan Bahasa Inggris, Puisi Bahasa Inggris Untuk Undangan Pernikahan, Kata Mutiara Untuk Undangan Pernikahan Dalam Bahasa Inggris, Puisi Cinta Bahasa Inggris Untuk Undangan Pernikahan, Contoh Surat Undangan Ulang Tahun Pernikahan Bahasa Inggris, Contoh Undangan Pernikahan Yang Menggunakan Bahasa Inggris, Contoh Undangan Pernikahan Dalam Bahasa Inggris Yang Singkat
undangan pernikahan surabaya

Cetak Undangan Pernikahan Unik,Raja Undangan Unik,Undangan Pernikahan Kipas Bandung,Pesan Undangan Vintage

Undangan penikahan diatas termasuk jenis undangan softcover satu warna dengan bentuk lipat 2.

Undangan ini juga menggunakan tambahan hotprint emas juga laminasi doss yang memberikan tekstur lebih halus pada undangan ini.

 

 

Spesifikasi undangan tersebut:

undangan softcover satu warna

– bentuk lipat 2

– tambahan hotprint 3 titik pada cover depan dan penulisan nama kedua mempelai

– laminasi doff

– ukuran 21 x 23 cm posisi terbuka

– jenis kertas yang digunakan adalah ivory

 

 

Harga per 1000 @Rp 2.825,-

Harga per 700 @Rp 2.950,-

Harga per 300 @Rp 3.200,-

Harga sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan harga bahan dasar kertas

 

Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut silahkan kunjungi website kami www.kedaigrafis.com atau www.cetakundanganpernikahan.com

Selain Undangan Pernikahan Surabaya, kami juga melayani Undangan Pernikahan Surabaya di Sumatera

SUAMI ROMANTIS ALA RASULULLAH

 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok suami yang paling mesra terhadap istri-istrinya. Demikian pula ia memerintahkan umatnya khususnya para suami agar senantiasa menyayangi dan berlaku baik kepada ahlu keluarga khsususnya kepada istrinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku.” (HR Tirmidzi).
Berikut ini kami nukilkan beberapa riwayat dari hadits-hadits Nabawi yang akan menjadi tips bagi kita para suami agar bisa memperlakukan pasangan kita dengan baik sehingga keutuhan rumah tangga senantiasa terjaga dalam ridhaNya.

1. Membukakan pintu untuk istri, baik di kendaraan, rumah dan lainnya
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu , dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang unta beliau untuk Shafiyyah (istri beliau). Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan kemudian Shafiyyah naik dengan meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)
Subhanallah, dari riwayat diatas kita bisa ketahui bagaimana perlakuan Rasulullah kepada istrinya. Beliau memperlakukan istrinya bak seorang putri raja. Di zaman sekarang, Istilah yang cukup akrab di telinga kita “Ladies First” ternyata sudah dilakukan Rasulullah sejak berabad-abad yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia saat itu menganggap wanita sebagai makhluk hina, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”.
Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu’an beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus- memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu’ kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau.

2. Sering Mencium Istri

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah sosok suami yang sangat romantis. Sungguh hal yang romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang.
Nabi sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa. (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.” (HR ‘Abdurrazaq)[1]

3. Makan sepiring berdua
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata : Saya dahulu biasa makan bubur bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Bukhari)
Dari Aisyah radhiyallhu ‘anha, ia berkata : “Aku biasa minum dari gelas yang sama (dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ) bahkan ketika haidh, lalu Nabi mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrazaq)

Demikian pula dalam riwayat imam Muslim Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah dan beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.” (HR Muslim)

4. Suami menyuapi istri
Dari Saad bin Abi Waqosh radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu.“ (Mutafaqun ‘Alaih)
Apabila seorang isteri makan bersama suaminya dan suami menyuapi makanan tersebut ke mulut isterinya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan hal itu akan memperkokoh kecintaan isterinya. Sesuatu yang tidak bisa dipungkiri, bahwa saling menyuapi dapat menguatkan jalinan kasih sayang antara suami dan isteri.
5. Berlemah lembut, melayani dan memanjakan istri sakit
Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, nabi shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (Mutafaqun ‘Alaih)

6. Bersenda gurau,bermain untuk membangun kemesraan
Dari Zaid bin Tsabit, ia berkata tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : “Beliau orang yang suka bercanda dengan istrinya.” (HR Bukhari)

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa melihat tingkah keduanya. (HR Nasa’i)

Umul Mukminin Aisyah Menceritakan : “Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku, “Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau.
Beliau hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata, “Inilah penebus kekalahan yang lalu!” (HR. Ahmad)

7. Memberi hadiah
Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikah dengan Ummu Salamah (ibunya), beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.”
Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)

8. Tiduran di pangkuan istri

Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

10. Mengajak istri makan di luar
Anas radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa ada tetangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam -seorang Persia- sangat pandai membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah n. Lalu dia datang menemui Rasululiah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah,,,,,, ,,,,,,, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.”
Tidak lama kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)

 

 

One thought on “Undangan Pernikahan Surabaya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *