Kartu Wedding

Undangan Aqiqah Unik, Undangan Pernikahan Murah Harga 1000, Undangan Nikah Elegan, Undangan Murah Bandung, Undangan Tas Murah, Undangan Vintage Murah, Cetak Undangan Pernikahan Murah Di Jakarta, Undangan Murah Semarang, Desain Undangan Pernikahan Gratis, Contoh Undangan Pernikahan Bahasa Sunda, Foto Undangan Pernikahan Termewah, Jenis Undangan Pernikahan Dan Harganya, Contoh Undangan Nikah Sederhana, Undangan Pernikahan Batak Toba, Undangan Ultah Anak Unik,
kartu wedding

Kata2 Undangan Pernikahan Islami,Undangan Pernikahan Murah Kediri,Harga Undangan Pernikahan Cirebon,Kartu Undangan Online Gratis

Undangan pernikahan diatas termasuk jenis undangan hardcover fullcollor tanpa lembar isi tambahan.

Dengan foto-foto mempelai dibagian cover depan dan dalam undangan membuat undangan terlihat semakin menarik.

 

Spesifikasi undangan ini:

Ukuran 12,5 x 21 cm posisi tertutup

Hardcover fullcollor tanpa lembar isi

 

Harga per 1000 @Rp 5.400,-

Harga per 700 @Rp 5.700,-

Harga per 300 @Rp 6.500,-

 

Gambar di web sesuai dengan aslinya.

Untuk pemesanan Anda bisa menghubingi kami SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150  Pin BB D008D475

Jika belum memiliki konsep desain undangan, kami akan membantu mendesain GRATIS.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.kedaigrafis.com

Selain Kartu Wedding, kami juga memiliki Undangan Elegan

 

Seserahan Pengantin Adat Jawa

Secara filosofis seserahan berarti adalah barang hantaran yang dibawa oleh keluarga mempelai pengantin pria kepada pihak mempelai wanita.

Dalam adat Jawa seserahan memiliki arti filosofis yang berarti adalah pria sebagai suami secara lahiriah mampu menafkahi istrinya. Dan simbolisasi nafkah ini diwujudkan dalam bentuk seserahan atau hantaran saat prosesi lamaran.

Secara filosofis pula jenis seserahan ini setidaknya meliputi perlambang kebutuhan pokok yang mampu disediakan oleh sang pria pada istrinya dalam kehidupan berumah tangga.

Orang jawa tidak bermaksud untuk menunjukkan materialisme. Hanya saja adat ini untuk menguhkan niat sang pria untuk membagiakan istrinya dan memenuhi nafkah setelah berumah tangga.

Biasanya pihak keluarga pria akan memberikan seserahan pada malam hari menjelang akad nikah atau lebih dikenal pada waktu malam midodareni.

Mengenai jenis dan jumlah seserahan yang akan diberikan kepada pihak pengantin wanita, hal ini tidaklah saklek harus begini atau begitu.

Namun orang jawa mengenal dialog atau rembugan. Yakni kesepakatan yang sesuai dengan kemampuan pihak pria, serta tidak memaksakan diri.

Orang jawa lebih mengutamakan kejujuran dan kesederhanaan dalam prosesi adat pernikahan, serta bukanlah kemewahan.

Jadi hanya sebatas kemampuan saja, kalau kebetulan sang pria dari kalangan mampu, maka hal itu terserah pada batas kemampuan sang pria.

Setidaknya secara filosofis makna seserahan harus mewakili unsur nafkah pokok lahir bathin yakni:

Spiritual
Sandang
Pangan
Sedangkan unsur papan atau tempat tinggal, hal ini tidak terlalu ditonjolkan dalam prosesi seserahan adat jawa.

Unsur-unsur ini berkaitan dengan sandang biasanya adalah “sepengadeg” dalam bahasa jawa artinya adalah busana lengkap luar dalam dari atasan hingga bawahan, termasuk kosmetika, assesoris untuk wanita.

Kedua adalah pangan, yang biasanya diwakili dalam bentuk unsur karbohidrat, bisa jadah, jenang dan juga buah-buahan.

Nah, berikut ini adalah 9 jenis barang seserahan pernikahan adat jawa yang harus disediakan pengantin pria untuk diberikan kepada sang pengantin wanita, khususnya barang seserahan dalam lingkup budaya jawa yang muslim yakni:

1. Seperangkat Alat Sholat

Seperangkat alat sholat adalah seserahan wajib bagi calon pengantin muslim. Hal ini sebagai simbol bahwa pernikahan yang akan dilangsungkan antara suami istri harus senantiasa berpegang teguh pada nilai agama. Tiang agamanya itu sendiri adalah sholat.

 

2. Cincin Nikah

Cincin nikah biasanya akan diberikan satu set. Satu untuk pengantin pria, satunya untuk pengantin wanita.

Namun sebaiknya bagi pengantin muslim, cincin sang pria tidak berupa emas, cincin bisa diganti dari yang berbahan monel atau kuningan, sedangkan calon pengantin muslimah tetap diperbolehkan menggunakan cincin yang terbuat dari emas.

Mengenai berapa karat yang akan dikenakan sang mempelai wanita, semuanya tergantung kesepakatan.

Diusahakan jangan memberatkan. Cincin itu sendiri adalah sebagai simbol pengikat hubungan kedua pasangan agar bisa terus bersama sampai akhir hayat.

 

3. Perhiasan

Selain cincin yang diberikan dari calon pasangan pria kepada calon pasangan wanita, apabila sang pria memiliki kemampuan lebih biasanya mempelai pria akan memberikan perhiasan berupa liontin, gelang dan kalung emas.

Tak jarang mereka memberikan perhiasan yang bertahtakan berlian sehingga tampak lebih bersinar apabila dikenakan oleh pengantin putri kelak ketika telah dipersuntingnya.

 

4. Seperangkat Busana Wanita

Bagi adat jawa memberikan pakaian seperti selendang atau kain batik adalah hal penting karena disitu mengandung maksud bahwa setiap pihak, baik pengantin pria maupun pengantin wanita harus pintar menyimpan rahasia rumah tangga mereka dari siapapun.

 

5. Buah-buahan

Biasanya buah yang diberikan dalam seserahan adalah pisang, anggur, jeruk, apel. Harapannya akan memberikan kesegaran dalam membina kemesraan dan cinta sepasang calon pengantin.

 

6. Makanan Tradisional

Nah, untuk makanan tradisional dalam adat jawa mereka memberikan beras ketan yang berwujud wajik, jenang, kue lapis, dan jadah.

Keinginannya adalah agar cinta mereka berdua dapat lengket selalu sebagaimana jenis makanan tersebut.

 

7. Suruh Ayu

makna pemberian suruh ayu adalah untuk mendoakan keselamatan dan kebahagiaan kedua pengantin dalam mengarungi mahligai perkawinan.

 

8. Peralatan Rias atau Makeup

Peralatan rias atau makeup dimaksudkan adalah untuk menjaga penampilan calon istri agar selalu tampil cantik dan prima dalam kehidupan berumah tangga.

 

9. Sepatu, sandal, selop

Sepatu sandal atau bahkan selop sering kita jumpai dalam seserahan pengantin jawa. Hal ini memiliki makna agar kedua mempelai siap menjalani kehidupannya bersama dan menapaki mahligai rumah tangga dengan mantap dan berada selalu dijalan yang lurus.

 

Begitulah filosofis seserahan adat jawa, yang merupakan perlambang kesiapan pihak mempelai pengantin pria memantapkan niatnya secara ikhlas beribadah menjalani rumah tangga dan menafkahi istrinya.